Dampak Keterlibatan Gereja dalam Pembinaan Moral Anak-Anak melalui Sekolah Minggu

  • Ludovikus Bomans Wadu
  • Iskandar Ladamay
  • Elisabet Elsiana Vemi Universitas Kanjuruhan Malang
Keywords: Dampak keterlibatan gereja, pembinaan moral, sekolah minggu

Abstract

Naskah ini menggambarkan tentang dampak dari keterlibatan gereja dalam pembinaan moral
anak-anak melalui sekolah minggu untuk menjadi warga negara yang baik. Teknik
pengumpulan data yang di gunakan pada penelitian ini adalah triangulasi dengan metode
wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan dari hasi analisis data reduction,
display, ferification dalam bentuk (coding, categori,tema), pembinaan moral yang dilakukan
gereja yaitu ikut terlibat dalam pembinaan iman, penguatan mental dan penguatan untuk
peduli terhadap sesama. Gereja melaksanakan kegiatan pembinaan moral pada setiap hari
minggu tepatnya di Gereja Santo Andreas Tidar. Keterlibatan gereja dalam pembinaan moral
anak-anak dapat membentuk kepribadian anak-anak menjadi lebih baik, misalnya anak-anak
menjadi peka terhadap apa yang terjadi disekitanya, mampu berprilaku yang sesuai normanorma
yang berlaku di masyarakat, dengan adaya keterlibatan gereja dapat membentuk
karakter anak yang bermoral. Keterlibatan dari gereja merupakan suatu bentuk partisipasi
aktif dari warga negara yang baik dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi
permasalahan sosial. Jadi peneliti dapat menyimpulkan bahwa dampak keterlibatan gereja
dalam pembinaan moral anak –anak melalui sekolah minggu adalah menjadi anak –anak
yang baik dan berprilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, karena
hidup dalam bermasayarakat tidak hanya memilki pengetahuan yang baik tetapi juga
memilki karakter yang baik

Author Biography

Ludovikus Bomans Wadu

Naskah ini menggambarkan tentang dampak dari keterlibatan gereja dalam pembinaan moral
anak-anak melalui sekolah minggu untuk menjadi warga negara yang baik. Teknik
pengumpulan data yang di gunakan pada penelitian ini adalah triangulasi dengan metode
wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan dari hasi analisis data reduction,
display, ferification dalam bentuk (coding, categori,tema), pembinaan moral yang dilakukan
gereja yaitu ikut terlibat dalam pembinaan iman, penguatan mental dan penguatan untuk
peduli terhadap sesama. Gereja melaksanakan kegiatan pembinaan moral pada setiap hari
minggu tepatnya di Gereja Santo Andreas Tidar. Keterlibatan gereja dalam pembinaan moral
anak-anak dapat membentuk kepribadian anak-anak menjadi lebih baik, misalnya anak-anak
menjadi peka terhadap apa yang terjadi disekitanya, mampu berprilaku yang sesuai normanorma
yang berlaku di masyarakat, dengan adaya keterlibatan gereja dapat membentuk
karakter anak yang bermoral. Keterlibatan dari gereja merupakan suatu bentuk partisipasi
aktif dari warga negara yang baik dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi
permasalahan sosial. Jadi peneliti dapat menyimpulkan bahwa dampak keterlibatan gereja
dalam pembinaan moral anak –anak melalui sekolah minggu adalah menjadi anak –anak
yang baik dan berprilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, karena
hidup dalam bermasayarakat tidak hanya memilki pengetahuan yang baik tetapi juga
memilki karakter yang baik

References

Becerik, Ö. (2015). Civic education and learning democracy : their importance for political participation of young people. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 174(286), 544–549. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.01.703

Beyerlein, K., & Vaisey, S. (2013). Individualism revisited: Moral worldviews and civic engagement. Poetics, 41(4), 384–406. https://doi.org/10.1016/j.poetic.2013.05.002

Chen, J. (2017). Can online social networks foster young adults’ civic engagement? Telematics and

Informatics, 34(5), 487–497. https://doi.org/10.1016/j.tele.2016.09.013

Checkoway, B., & Aldana, A. (2013). Four forms of youth civic engagement for diverse democracy.

Children and Youth Services Review, 35(11), 1894–1899. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2013.09.005

Creswell, J. W. (2010). Research Design : Pendekatan Kualitatif,Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta:

Pusataka Pelajar.

Cunha, M., Martins, R., & André, S. (2016). Ethical-moral courses of action and active citizenship in health students, 217, 329–336. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.02.096

Gusmadi, S. (2018). Keterlibatan Warga Negara ( Civic Engagement ) dalam Penguatan Karakter Peduli Lingkungan. Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 31–37.

Katharina Eckstein a,*, Peter Noack a, B. G. b. (2012). Attitudes Toward Political Engagement And Willingness To Participate In Politics: Trajectories Throughout Adolescenceq. Journal of Adolescence, 35, 485–495. Retrieved from 10.1016/j.adolescence.2011.07.002

Kawalod, F. A., Rorong, A., & Londa, V. Y. (2015). Peranan Organisasi Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa (Suatu Studi Di Desa Tewasen, Desa Pondos, Desa Elusan, Desa Wakan Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan), III(31), 1–10. https://doi.org/VOL

III

Legg, S., & Brown, M. (2013). Moral regulation : historical geography and scale. Journal of Historical Geography, 1–6. https://doi.org/10.1016/j.jhg.2013.02.001

Levy, B. L. M. (2016). Advising a Model United Nations club: A scaffolded youth-adult partnership to foster active participation and political engagement. Teaching and Teacher Education, 59, 13–27. https://doi.org/10.1016/j.tate.2016.04.001

Manganelli, S., Lucidi, F., & Alivernini, F. (2015). Italian adolescents’ civic engagement and open classroom climate: The mediating role of self-efficacy. Journal of Applied Developmental Psychology, 41, 8–18. https://doi.org/10.1016/j.appdev.2015.07.001

Moleong. (2015). Metodologi Penelitian Kuaitatif. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Nogueira, F. (2012). A Franmework For Civic Education Teachers’ Knowledge. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 47(1990), 1179–1183. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.06.797

Oosterhoff, B., & Metzger, A. (2016). Mother-adolescent civic messages: Associations with adolescent civic

behavior and civic judgments. Journal of Applied Developmental Psychology. https://doi.org/10.1016/j.appdev.2016.01.001

Orestes P. Hastings. (2016). jurnal Social Science Research : Not A Lonely Crowd ? Social Connectedness , Religious Service AttendanceE, And The Spiritual But Not Religious. Retrieved from http://dx.doi.org/10.1016/j.ssresearch.2016.01.006

Rejekiningsih, T. (2015). Law Awareness Forming Strategies to Reinforce The Principles of Social Function of Land Rights Within The Moral Dimension of Citizenship. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 211(11), 69–74. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.011

Smith, B. G., & Gallicano, T. D. (2015). Terms of engagement: Analyzing public engagement with organizations through social media. Computers in Human Behavior, 53, 82–90. https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.05.060

Turska-kawa, A. (2018). Communist and Post-Communist Studies Centrality of religiosity versus civic

involvement . The case of. Communist and Post-Communist Studies, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.postcomstud.2018.01.002

Wadu, L. B., Ladamay, I., & Vemi, E. E. (2019). Pembinaan Moral Anak-Anak melalui Sekolah Minggu di Gereja Santo Andreas Tidar. Journal of Moral and Civic Education, 3(2), 107–113. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/8851412322019204

Wardani, N. E & Umuri, M. T. (2011). Bentuk-bentuk Pembinaan Moral Siswa SMA PGRI 1 Temanggung.

Citizenship, 1((1)), 49–51.

Whitehead, A. L., & Stroope, S. (2015). Small groups, contexts, and civic engagement: A multilevel analysis of United States Congregational Life Survey data. Social Science Research, 52, 659–670. https://doi.org/10.1016/j.ssresearch.2014.10.006

Zhong, Z. J. (2014). Civic engagement among educated Chinese youth: The role of SNS (Social Networking Services), bonding and bridging social capital. Computers and Education, 75, 263–273. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2014.03.005

Zohar, A., & Cohen, A. (2016). Large scale implementation of higher order thinking ( HOT ) in civic education : the interplay of policy , politics , pedagogical leadership and detailed pedagogical planning Anat Zohar , Adar Cohen Contact Information : Prof . Anat Zohar School of Educat. Thinking Skills and Creativity, 21, 85–96. https://doi.org/10.1016/j.tsc.2016.05.00.

Published
2019-12-17